Egha De Latoya Isi OST Film The Bell, Bikin Suasana Makin Emosional

JAKARTA, Nusaselebes News – Keberhasilan sebuah film horor tidak hanya ditentukan oleh visual yang mencekam, tetapi juga kekuatan musik yang membangun atmosfernya. Film terbaru produksi Sinemata Buana Kresindo, The Bell: Panggilan untuk Mati, menghadirkan dimensi emosional yang mendalam melalui lagu “Penuh Kenangan”. Soundtrack film The Bell ini dibawakan dengan apik oleh penyanyi Egha De Latoya.
Resmi tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026, film ini menggabungkan teror mitos lokal Belitung dengan iringan musik yang menyentuh. Lagu tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen narasi yang memperkuat tema kesetiaan dan harapan di tengah ketidakpastian teror yang menghantui.
Membangun Emosi di Balik Teror Penebok
“Penuh Kenangan” hadir dengan aransemen yang menyentuh dan vokal penuh penghayatan dari Egha De Latoya. Karakter suaranya yang khas sukses memberikan warna tersendiri pada perjalanan karakter Danto (Bhisma Mulia) dan Airin (Ratu Sofya) dalam menghadapi entitas mengerikan bernama Penebok.
Sutradara Jay Sukmo mengungkapkan bahwa ia ingin memberikan pengalaman horor yang berbeda. “Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare. Kehadiran musik yang kuat membantu membangun atmosfer yang kami inginkan,” ujarnya.
Senada dengan sutradara, aktor senior Mathias Muchus menilai kekuatan film ini terletak pada maknanya. Melalui balutan musik yang emosional, penonton diajak untuk lebih peduli pada kedalaman cerita dan latar budaya yang diangkat.
Distribusi Digital dan Strategi Global
Sebagai bagian dari strategi pemasaran terintegrasi, lagu ini telah didistribusikan melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Diproduksi bersama RPM Music, lagu ini menyasar generasi muda yang gemar mengeksplorasi konten digital dan musik latar film yang berkualitas.
Prestasi film ini pun tak main-main. Selain melakukan rangkaian roadshow di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, The Bell: Panggilan untuk Mati juga melangkah ke kancah internasional dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market pada 12–20 Mei 2026.
Sinopsis Singkat: Teror Lonceng Keramat
Film ini mengisahkan tentang petaka yang bermula ketika sekelompok YouTuber mencuri lonceng keramat di Belitung demi sebuah konten. Tindakan tersebut membebaskan Penebok, sosok hantu tanpa kepala yang haus nyawa. Kini, setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian bagi siapa pun yang mendengarnya.
Rasakan Pengalaman Emosional yang Lengkap!
Ingin merasakan perpaduan antara ketakutan yang mencekam dan perasaan yang menyentuh hati? Dengarkan OST-nya di platform musik digital favorit Anda dan tonton film The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop sekarang juga!
Dapatkan informasi terbaru mengenai jadwal tayang dan aktivitas pemain melalui akun Instagram resmi @thebell.film.
Drias Production Mbk Production
