Pentas PAI SD Banyusari 2026: Strategi Memperkuat Karakter Siswa di Era Globalisasi

KARAWANG, Nusaselebes News. – Di tengah kepungan arus digitalisasi yang masif, penguatan landasan moral sejak dini menjadi harga mati. Menjawab tantangan tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Cambidik Kecamatan Banyusari resmi menggelar Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Rabu (11/2/2026).
Berpusat di GOR Desa Banyuasih, ajang kompetisi tahunan ini bukan sekadar seremoni. Pentas PAI hadir sebagai ruang strategis untuk menguji ketangguhan mentalitas dan karakter religius siswa sekolah dasar di wilayah Karawang.

Partisipasi Massal: Sinergi Sekolah Negeri dan Swasta
Tahun ini, SDN Banyuasih 1 didapuk sebagai tuan rumah. Semangat kompetisi terlihat dari kehadiran 277 peserta yang berasal dari 22 instansi pendidikan, mencakup Sekolah Dasar Negeri (SDN) hingga SD Islam Terpadu (SDIT) se-Kecamatan Banyusari.
Integrasi antara sekolah reguler dan swasta berbasis Islam ini menunjukkan adanya standar kualitas yang seragam dalam pembinaan literasi agama di Banyusari.
8 Cabang Lomba: Audit Kompetensi dan Kreativitas Siswa
Ketua Panitia Pentas PAI Kecamatan Banyusari, Hernanto, S.Pd.I, merinci delapan cabang perlombaan yang dirancang untuk mengasah berbagai dimensi kecerdasan siswa:
- Literasi Al-Qur’an: MTQ dan MHQ (Hifdzil Qur’an) putra-putri.
- Retorika & Dakwah: Lomba Dai Cilik (Pildacil).
- Praktik Ibadah: Salat berjamaah dan lomba Azan.
- Kesenian Islam: Seni Kasidah.
- Ketajaman Kognitif: Lomba Cerdas Cermat Agama (LCC/CCA).
Hernanto menegaskan bahwa ajang ini merupakan sistem audit terhadap efektivitas kurikulum PAI di sekolah. “Anak-anak yang tampil hari ini bukan sekadar juara lomba, tapi duta karakter bagi Kecamatan Banyusari,” tegasnya.
Misi Menuju Tingkat Provinsi Jawa Barat
Dukungan penuh mengalir dari jajaran Korwil Cambidik, pengawas pendidikan, K3S, hingga para kepala sekolah yang hadir di lokasi. Kehadiran elemen struktural ini menandakan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjadikan agama sebagai fondasi utama pendidikan dasar.
Target besar pun telah ditetapkan. Delegasi terbaik dari Banyusari diharapkan mampu menunjukkan taringnya di tingkat Kabupaten Karawang, hingga melaju mewakili daerah ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Membangun ‘Software’ Mental di Era Digital
Di saat pendidikan formal sering kali terlalu fokus pada angka akademik, Pentas PAI memberikan “software” mental berupa nilai-nilai spiritual. Melalui lomba MHQ dan CCA, siswa tidak hanya dilatih menghafal, tetapi juga menanamkan etika keagamaan sebagai benteng dari degradasi moral remaja yang kian mengkhawatirkan.
